KQC, SEKOLAH UNIK UNTUK ANAK KREATIF

KQC, SEKOLAH UNIK UNTUK ANAK KREATIF

Terletak di sebuah lembah yang hijau dan sejuk, sekolah ini sangat nyaman suasananya. Deretan kobong (asrama santri) dengan bilik bambu menjulang dari bawah hingga ke puncak lembah. Sejumlah anak tangga tersedia untuk menuju deretan kobong itu.

Sebuah masjid yang asri berdiri megah di hadapan kobong-kobong itu. Jaraknya hanya terpisahkan oleh halaman masjid yang berukuran sekitar 150 m2.

Dari atas lembah, pemandangan hijau berupa hamparan hutan bambu dan perkebunan warga tampak menyegarkan. Siapa pun akan dibuat betah berlama-lama memandanginya.

Tak ada ruangan kelas di sekolah ini sebagaimana ruangan kelas di sekolah-sekolah biasa. Anak-anak belajar di mana saja, bisa di teras masjid, di tangga, atau di bawah pohon. Hal itu tak menyurutkan semangat mereka dalam belajar.

Inilah Kampoeng Quran Cendekia, sekolah Tahfidz Quran yang berada di kawasan kompleks perumahan Lembah Hijau Cihanjuang, Kabupaten Bandung Barat.

Sekolah ini khusus untuk anak-anak kreatif yang ingin menghafal Al-Quran disamping mempelajari ilmu-ilmu umum.***
/eddi kobben/

SEKOLAH UNGGUL BERBASIS PROSES

SEKOLAH UNGGUL BERBASIS PROSES

Kurikulum Pembelajaran Terintegrasi

Kurikulum Sekolah Kampoeng Qur’an memandang bahwa dalam suatu pokok bahasan harus integrated atau terpadu secara menyeluruh. Keterpaduan ini dapat dicapai melalui pemusatan pelajaran pada satu masalah tertentu dengan alternatif pemecahan melalui berbagai disiplin ilmu atau mata pelajaran yang diperlukan sehingga batas-batas antara mata pelajaran dapat ditiadakan.

Kurikulum bermuatan kreativitas, problem solving, character building, life skill dan unit-unit aktivitas yang sesuai dengan bakat santri, bukan sekadar mata pelelajaran.

Keberadaan proses pembelajaran tidak terfokus pada mempelajari mata pelajaran – mata pelajaran, melainkan mata pelajaran – mata pelajaran itu hanya dijadikan sarana untuk mendekati permasalahan yang menjadi fokus kajian. Hal ini, dapat memungkinkan setiap santri memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing, dan secara psikologis dapat menjadi sarana pengembangan pribadi yang utuh.

Pembelajaran Aktif dan Kontekstual

Cara paling efektif dalam memahami materi pembelajaran adalah dengan melakukannya sendiri. Tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, santri lebih dominan didorong untuk mencari pemahamannya sendiri dengan cara aktif mengajukan pertanyaan, melontarkan dan menguji gagasan, serta mempraktikkan teori yang dipelajari. Metode belajar secara aktif dan kontekstual yang dikembangkan di Sekolah Kampoeng Qur’an menyediakan pengalaman belajar yang nyata sesuai dengan kehidupan sehari-hari.

Pendidikan Inklusif dan Berbasis Kecerdasan Majemuk

Sekolah Kampoeng Qur’an menerima santri dari berbagai latar belakang kemampuan intelektual dan mental. Hal ini didasarkan pada prinsip Rahmatan Li Al ‘Aalamiin dan Education for All. Pembelajaran dilaksanakan terdiferensiasi yang mengakomodasi semua latar belakang kemampuan santri.

Berbagai kecerdasan yang berbeda-beda dalam setiap santri diakui untuk kemudian digali dan dikembangkan. Berdasar pendekatan ini, Sekolah Kampoeng Qur’an menghargai semua anak sebagai juara, dan karenanya sangat dermawan untuk memberikan award kepada semua santri.

Selain itu, setiap santri memiliki kecerdasan yang khas atau unik, dan proses belajar hanya berjalan baik jika dilakukan dalam suasana yang demokratis, menyenangkan, kontekstual, dan berorientasi kepada santri. Materi pelajaran disampaikan melalui berbagai pendekatan dan tidak mengandalkan penjelasan naratif dari guru.

Fokus pada mewujudkan proses terbaik

Sekolah Kampoeng Qur’an tidak menerapkan seleksi masuk dalam penerimaan santri baru, karena kami yakin untuk menghasilkan output terbaik bukan semata-mata dengan cara menjaring input terbaik, tetapi dengan menghadirkan proses terbaik. Semua anak berhak untuk mendapatkan pendidikan dengan proses terbaik tanpa dihalang-halangi oleh seleksi kemampuan akademik, beragam tes dan angka-angka lainnya, karena pada dasarnya mereka memiliki potensi masing-masing untuk menjadi juara di bidangnya.

Mempelajari yang benar-benar penting untuk dipelajari dan bermanfaat

Proses pembelajaran di Sekolah Kampoeng Qur’an sepenuhnya didesain dengan mengacu kepada perspektif yang benar mengenai tujuan pendidikan, yakni menyiapkan anak-anak agar menjadi manusia-manusia yang berhasil serta hidup sejahtera dunia dan akhirat.

Dengan perspektif tersebut, Sekolah Kampoeng Qur’an hanya memilih mata pelajaran – mata pelajaran dan materi-materi wajib hanya yang benar-benar relevan. Dengan demikian, bukan saja santri tak perlu dibebani dengan materi yang terlalu padat, proses pembelajaran dapat dirancang lebih menyenangkan, lebih demokratis, dan memberi ruang yang jauh lebih banyak bagi santri untuk melatih berpikir kreatif.

Sekolah Kampoeng Qur’an tidak menuntut santri menghafal kecuali pada sebatas minimum materi yang memang membutuhkan hafalan, seperti Aritmetika, rumus-rumus tertentu, bacaan shalat dan doa-doa, dan dan hadits pilihan. Sehingga santri tidak terbebani dengan hafalan materi pelajaran sains, bahasa, dan sosial yang sebenarnya tidak perlu dihafal, serta mereka dapat fokus terhadap hafalan Qurannya.

Kehadiran Guru sebagai Teman Belajar

Guru ditempatkan sebagai fasilitator dan teman belajar untuk mendukung perkembangan segala kemampuan dan kreativitas santri. Guru bukanlah makhluk serba tahu otoriter yang memperlakukan santri sebagai wadah mati yang dijejali dengan berbagai materi apa saja, yang lebih sering tidak relevan dan tidak kontekstual dengan kebutuhan real santri dan tujuan pendidikan yang benar.

Guru-guru yang mengabdi di Sekolah Kampoeng Qur’an merupakan guru yang memiliki kasih sayang kepada anak-anak, berkomitmen terhadap pekerjaan, kreatif, dan penuh dedikasi.

Menyesuaikan program dengan gaya belajar, bukan memaksa santri untuk mengikuti program

Kegiatan belajar dirancang secara fleksibel mengikuti gaya belajar tiap santri yang berbeda-beda. Kegiatan belajar sambil bergerak dan bekerja, praktik (hands on learning), serta penggunaan alat peraga visual secara bervariasi dilakukan agar proses belajar melibatkan berbagai gaya belajar: auditori, visual, dan kinestetik.

SEKOLAH ALAM DENGAN ASRAMA YANG BERSAHABAT

SEKOLAH ALAM DENGAN ASRAMA YANG BERSAHABAT

SEMUA TEMPAT ADALAH KELAS

Sekolah KQC menerapkan konsep sekolah alam di mana ruang belajar tidak dibatasi pada ruang kelas, melainkan juga seluruh lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, dan alam sekitar baik yang dekat maupun yang jauh.

Tempat belajar didesain dengan suasana alami dan memanfaatkan semua yang tersedia di alam sekitar sebagai wahana pembelajaran, sehingga santri dapat membentuk konsepsi pemahaman secara langsung dari objek atau lingkungan yang nyata.

Santri juga dibiasakan untuk menerapkan semua nilai dan aturan di mana pun ia berada. Ia tidak bisa memilih hanya berperilaku baik ketika di kelas saja karena merasa diawasi guru, tetapi ia selalu menjaga perilaku baiknya di mana pun ia berada tanpa disekat-sekat oleh batas yang bernama kelas.

Asrama asri dan alami.

Asrama yang disediakan merupakan bangunan dengan konsep asri dan alami dengan tujuan melatih santri untuk hidup dalam kesederhanaan dan keserasian dengan alam. Selain itu, mereka juga dibiasakan untuk dapat menjaga kebersihan, keasrian, kelestarian lingkungan hidup. Sehingga semua bangunan dan kegiatan didesain agar ramah lingkungan dan menjaga keseimbangan alam.

Kesadaran Diri tanpa Intimidasi

Suasana asrama dikondisikan agar nyaman dengan sistem yang mengajak santri untuk hidup bersahabat, berkasih sayang, dan penuh keteladanan. Semua aturan dalam asrama dibentuk untuk membangun kesadaran diri dan kerelaan, bukan disiplin yang dipaksakan. Namun demikian bukan berarti santri dimanjakan. Aturan dipahami kemudian disepakati untuk dijalankan dengan penuh ketegasan.

Kehidupan asrama dengan segala dinamikanya menuntut santri untuk memiliki citra diri positif dan menempatkan diri sebagai bagian dari solusi dari setiap permasalahan yang terjadi. Santri diajak untuk berpikir kritis dalam menghadapi permasalahan dan berani mengajukan solusi dengan tetap menjaga kesantunan.

Pembentukan karakter dengan menerapkan model sekolah asrama tematik

Karakter merupakan kristalisasi dari kebiasaan, sehingga dalam pembentukan karakter diperlukan pembiasaan. Dalam upaya ini, Sekolah Kampoeng Qur’an menerapkan model sekolah asrama tematik. Setiap bulannya dipilih tema-tema tentang pembentukan karakter yang baik. Sehingga dalam bulan tersebut, semua yang ada di sekolah dan asrama, kegiatan, simulasi, poster-poster, materi pembelajaran, dan hal-hal lainnya disetting sedemikian rupa untuk membangun kebiasaan santri sesuai tema karakter yang dipilih. Sebagai contoh, ketika satu bulan dipilih tema kejujuran, maka semua guru dalam mengawali pembelajaran dan pembimbing asrama dalam memberikan arahan, kultum, majalah dinding, poster-poster semuanya berbicara tentang kejujuran, disertai dengan simulasi kegiatan untuk membiasakan perilaku jujur dan tentunya ada reward dan punnishment yang mendidik.

Saling Berbagi bukan hanya Hidup Mandiri

Kemampuan untuk dapat hidup mandiri merupakan bagian yang penting dalam tujuan proses pendidikan di Sekolah Kampoeng Qur’an. Tetapi tidak hanya sampai di situ, santri sejak awal dibiasakan untuk dapat selalu berbagi sesuai peranan, potensi dan kemampuan yang mereka miliki.

Untuk dapat mandiri mereka harus menemukan potensi dan kekuatan masing-masing yang unik dan berbeda satu sama lain. Perbedaan inilah yang menjadi kesempatan bagi mereka untuk belajar saling melengkapi dan berbagi.

Sekolah Kampoeng Quran Cendekia

Sekolah Kampoeng Quran Cendekia

MENGHAFAL AL-QURAN 30 JUZ

Program pembelajaran utama di Sekolah Kampoeng Qur’an adalah menghafal Al Quran 30 Juz. Santri dibimbing serta dibangun kemandirian untuk menghafal Al Quran sampai tuntas selama sekolah. Bahkan lebih cepat dari lama waktu sekolah, sehingga santri dapat mengulang-ulang hafalan (muraja’ah) Al Quran selama bersekolah agar betul-betul hafal dengan kualitas bacaan yang baik (mutqin).

MENGKAJI KANDUNGAN AYAT AL QURAN

Tidak hanya sekadar menghafal, santri juga dibina untuk dapat mengkaji isi kandungan ayat-ayat Al Quran dengan merujuk pada pemahaman Rasulullah SAW, para Sahabat, dan Salaf Ash Shalih. Untuk mendukung kemampuan ini, santri dibekali dengan dasar-dasar Ulumul Quran, Sirah Nabawiyah, Kajian Hadits, serta Bahasa Arab (Ilmu Nahwu dan Ilmu Sharaf).

MENERAPKAN NILAI-NILAI QURANI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Dengan pola asrama yang diterapkan, santri diajak untuk selalu mengaplikasikan nilai-nilai Qurani dalam keseharian mereka. Santri dibiasakan untuk menggali nilai-nilai Qurani melalui pengamatan dan kajian kritis serta penanaman nilai (internalisasi) agar tertanam kuat dalam jiwa dan teraplikasi dalam kehidupan sehari-hari mereka.

MEMBIASAKAN DIRI AGAR KONSISTEN DALAM MELAKSANAKAN IBADAH SHAHIHAH

Santri dibiasakan untuk disiplin dalam melaksanakan ibadah-ibadah wajib serta mendawamkan amalan sunah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Amalan yang menjadi kebiasaan dalam keseharian di asrama selain amalan wajib antara lain Qiyam Al Lail, Shalat Dhuha, Shaum Senin-Kamis, Shaum Ayam Al Bidh, serta pembiasan untuk berinfaq dan bersedekah dengan sumber daya yang mereka miliki.

Pembiasaan ini diyakini sebagai proses pembentukan karakter yang paling efektif, sebagaimana Rasulullah SAW membentuk karakter para sahabatnya.